Fitra Romadona Hadiri Seminar Internasional Manuskrip Al-Qur’an, Perkuat Komitmen Pengembangan Pendidikan Qur’ani di Rumah Qur’an Askaf

ARTIKEL 24 Oct 2026 14:55 • 4 min read • 185 views • By Sumayyah

Share berita ini

Fitra Romadona Hadiri Seminar Internasional Manuskrip Al-Qur’an, Perkuat Komitmen Pengembangan Pendidikan Qur’ani di Rumah Qur’an Askaf
Founder Askaf Bersinergi Indonesia, Fitra Romadona (kanan) Hadiri Seminar Internasional Al-Qur’an

JAKARTA — Memahami Al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga mencakup pengenalan terhadap sejarah, tradisi keilmuan, dan perjalanan panjang peradaban Islam. Perspektif inilah yang menjadi salah satu relevansi seminar internasional “Ancient Quranic Manuscript in the History of the Qur’an” bagi pengembangan pendidikan Al-Qur’an.

 

Seminar yang berlangsung di Hotel Yuan Garden, Jakarta, pada Sabtu (24/10/2026) tersebut dihadiri Fitra Romadona, Kepala Bidang Organisasi dan Publikasi Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM PD Tangerang Selatan), Founder Askaf Bersinergi Indonesia, sekaligus pengasuh Rumah Qur’an Askaf.

 

Keikutsertaan dalam forum internasional ini menjadi kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai kajian manuskrip Al-Qur’an sekaligus memperkaya gagasan pengembangan pendidikan bagi generasi muda Muslim.

 

Menggali Sejarah Al-Qur’an melalui Manuskrip Kuno

 

Kajian manuskrip kuno merupakan bagian penting dari studi Al-Qur’an. Melalui penelitian terhadap naskah-naskah bersejarah, para peneliti dapat mempelajari karakteristik tulisan, bahan yang digunakan, tradisi penyalinan, serta konteks sejarah yang melatarbelakangi keberadaan manuskrip tersebut.

 

Forum ini menghadirkan Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. sebagai keynote speaker dan Dr. Morteza Karimi Nia sebagai main speaker. Narasumber lainnya yang tercantum dalam agenda ialah Prof. Dr. M. Darwis Hude, M.Si., Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., Mooh Manachem Ali, M.Min., dan Dr. A. Hakim Syukrie, M.Si. Diskusi dipandu oleh Muhammad Havid Rahim, M.A.

 

Pembahasan manuskrip memberikan gambaran tentang pentingnya penelitian ilmiah dalam memahami warisan tertulis Islam. Kajian ini juga memperlihatkan hubungan antara sejarah, filologi, dan perkembangan studi Al-Qur’an.

 

Bagi lembaga pendidikan Islam, wawasan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan khazanah keilmuan Al-Qur’an secara lebih luas kepada para santri, sesuai dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan pembelajaran mereka.

 

Pendidikan Qur’ani Tidak Berhenti pada Hafalan

 

Dalam konteks pendidikan, Rumah Qur’an Askaf terus berupaya mengembangkan pembinaan yang memadukan pembelajaran Al-Qur’an, pembentukan akhlak, dan pengembangan keterampilan santri.

 

Santri diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang mencintai ilmu, menghormati guru, memiliki rasa ingin tahu, serta mampu menyampaikan nilai-nilai Islam dengan baik.

 

Fitra Romadona menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti seminar tersebut menjadi pengingat pentingnya memperluas wawasan dalam mengembangkan pendidikan Qur’ani.

 

“Bagi saya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dan dihafal, tetapi juga menjadi sumber inspirasi untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Saya berharap wawasan dari seminar ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan di Rumah Qur’an Askaf,” ungkapnya.

 

Menurutnya, penguatan pendidikan santri perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hafalan dan pemahaman keislaman hingga pembentukan karakter, kemampuan komunikasi, serta kepemimpinan.

 

“Kami ingin para santri Rumah Qur’an Askaf tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki adab yang baik, berwawasan luas, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat. Santri harus terus belajar agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai Al-Qur’an,” tambahnya.

 

Menyiapkan Generasi Qur’ani yang Adaptif

 

Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Karena itu, pendidikan Al-Qur’an perlu memberikan bekal yang memungkinkan santri memahami informasi secara bijak, berkomunikasi secara santun, dan menggunakan teknologi untuk menyebarkan kebaikan.

 

Melalui Askaf Bersinergi Indonesia, pengembangan pendidikan di Rumah Qur’an Askaf diarahkan untuk mendukung pembentukan generasi yang memiliki fondasi keislaman sekaligus keterampilan hidup. Pembinaan public speaking, kepemimpinan, dan kreativitas menjadi bagian dari upaya mempersiapkan santri agar mampu berperan aktif di lingkungan masyarakat.

 

Pendekatan ini juga sejalan dengan semangat dakwah dan penguatan organisasi yang menjadi bagian dari kiprah IPIM PD Tangerang Selatan, yakni mendorong pengembangan kapasitas umat melalui pendidikan, pembinaan, dan keteladanan.

 

Keikutsertaan dalam seminar internasional ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dan mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru bagi pengembangan literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan.

 

Pada akhirnya, upaya mempelajari sejarah manuskrip Al-Qur’an dan mengembangkan pendidikan santri bertemu pada tujuan yang sama: menjaga warisan keilmuan Islam sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat.

 

Askaf Bersinergi Indonesia berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan Qur’ani yang memadukan kecintaan terhadap Al-Qur’an, penguatan karakter, dan pemberdayaan generasi muda demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Askaf News
Chat with us on WhatsApp